KAI Services dan Kemendag Sinergi Besar Dorong Produk UMKM Masuk Ekosistem Kereta

Rabu, 18 Februari 2026 | 09:34:54 WIB
KAI Services dan Kemendag Sinergi Besar Dorong Produk UMKM Masuk Ekosistem Kereta

JAKARTA – Dalam upaya memperluas jaringan pemasaran dan membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), PT Reska Multi Usaha (KAI Services) berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk menghadirkan ruang kerja sama yang menempatkan produk UMKM di fasilitas kereta api dan stasiun. Kemitraan strategis ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk UMKM

Kerja sama antara KAI Services dan Kemendag dilakukan melalui berbagai kegiatan promosi dan pemasaran yang menjangkau langsung konsumen di jaringan layanan kereta api, termasuk penempatan produk UMKM dalam fasilitas “rail food”, kafe, serta jaringan toko makanan dan minuman di stasiun. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan pelaku UMKM untuk masuk ke pasar yang selama ini sulit dijangkau oleh usaha mikro.

Direktur Utama KAI Services, Ririn Widi Astutik menyampaikan bahwa kolaborasi ini didesain sebagai bagian dari dukungan KAI terhadap program pemberdayaan UMKM Pemerintah. “Melalui kerja sama ini kami ingin membuka pasar yang lebih luas bagi produk UMKM, sehingga bisa menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan pelanggan KAI,” ujar Ririn dalam pernyataan resminya.

Ruang Pemasaran di Fasilitas Kereta dan Stasiun

Salah satu fokus utama kemitraan ini adalah bagaimana produk UMKM dapat hadir di berbagai titik strategis dalam ekosistem layanan kereta. Misalnya, melalui fasilitas rail food di atas kereta dan titik penjualan di kafe dan pusat kuliner stasiun. Bentuk nyata dari strategi ini terlihat dalam upaya business matching antara pelaku UMKM pangan kemasan unggulan dengan pengelola jaringan layanan makanan dan minuman di fasilitas rail food.

Dalam kegiatan business matching, Kemendag menghadirkan lebih dari dua puluh pelaku UMKM yang menawarkan berbagai produk camilan khas daerah, minuman instan, serta bumbu masak tradisional. Acara ini menjadi wadah pertemuan antara pemilik produk lokal dan pengelola jaringan pemasaran di layanan kereta, termasuk perjanjian awal untuk menjajaki kerja sama pemasaran jangka panjang.

Produk-produk yang ditampilkan meliputi karya pangan lokal khas berbagai daerah di Indonesia, mulai dari camilan tradisional hingga minuman siap saji, yang selama ini belum banyak dikenal luas oleh penumpang kereta. Penempatan produk tersebut diharapkan dapat memperkenalkan UMKM kepada captive market yang besar, karena ribuan penumpang kereta api melewati titik-titik ini setiap harinya.

Strategi Pengembangan UMKM melalui Pasar Baru

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mempertegas bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah untuk memperluas jangkauan produk UMKM ke pasar potensial yang sebelumnya belum terjangkau. Menurutnya, keberadaan jaringan distribusi KAI Services merupakan peluang strategis untuk memperluas pasar UMKM pangan lokal secara signifikan.

“KAI Services memiliki captive market yang menjangkau hingga jutaan penumpang setiap bulannya. Ini menjadi peluang strategis yang tidak boleh dilewatkan oleh pelaku usaha UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen yang lebih luas,” ujar Iqbal saat memberikan keterangannya.

Kemendag melihat bahwa sinergi antara pemerintah dan perusahaan milik negara seperti KAI Services menjadi kunci dalam mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pemasaran formal. Dukungan semacam ini dinilai mampu mendorong UMKM untuk berpikir lebih besar, meningkatkan kualitas produk, serta membangun brand yang kuat guna bersaing di pasar yang lebih luas.

Manfaat Ekonomi dan Peluang Pertumbuhan Produk Lokal

Kolaborasi ini tidak hanya sekedar memberikan ruang pemasaran, tetapi juga bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di sektor mikro. Sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan capaian pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan memanfaatkan jaringan distribusi KAI Services, produk UMKM kini memiliki peluang untuk dikenal di lingkup nasional, bahkan potensial menembus pasar internasional melalui integrasi dengan berbagai program pemerintah terkait ekspor UMKM.

Menurut para pengamat, strategi pemasaran yang melibatkan fasilitas transportasi publik seperti kereta api membantu menggeser model pemasaran tradisional menuju pendekatan yang lebih dinamis dan luas. Penumpang kereta api yang berasal dari berbagai daerah akan memiliki kesempatan mencicipi dan membeli produk lokal dalam perjalanan mereka, sehingga membuka peluang baru bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar.

Kolaborasi antara KAI Services dan Kemendag ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam memperkuat keterhubungan UMKM dengan pasar besar, serta menjadi inspirasi bagi kolaborasi lintas sektor lain dalam mengembangkan UMKM secara lebih menyeluruh di masa depan.

Transformasi Akses Pasar UMKM

Kemitraan antara KAI Services dan Kemendag menghadirkan peluang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar melalui jaringan layanan kereta api. Dengan dukungan pemerintah dan kanal distribusi yang menjangkau jutaan calon konsumen, kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana bisnis dan kebijakan publik dapat bersinergi untuk pemberdayaan ekonomi lokal.

Terkini