Presiden Prabowo Ajak Investor AS Gandeng Danantara Bangun Hilirisasi dan Perluas Kerja Sama Ekonomi

Jumat, 20 Februari 2026 | 09:25:44 WIB
Presiden Prabowo Ajak Investor AS Gandeng Danantara Bangun Hilirisasi dan Perluas Kerja Sama Ekonomi

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat (AS) dan menarik minat para investor Negeri Paman Sam dalam sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan hilirisasi industri. Ajakan ini disampaikan saat Prabowo menghadiri forum Business Summit yang digelar oleh US Chamber of Commerce di Washington, D.C., pada 18 Februari 2026 waktu setempat.

Mengukuhkan Perdagangan dan Investasi RI-AS

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo mengemukakan bahwa kunjungannya ke AS tidak hanya sekadar melakukan diplomasi politik, tetapi juga merumuskan perjanjian dagang yang lebih kuat antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini direncanakan akan ditandatangani pada 19 Februari 2026, dengan harapan memberi kepastian serta memperbesar peluang usaha bagi pelaku bisnis dari kedua negara.

Prabowo menyatakan bahwa perjanjian perdagangan bilateral yang akan diteken merupakan langkah signifikan untuk memperkuat akses pasar dan memperdalam kerja sama ekonomi. Menurutnya, kerja sama yang erat bukan hanya akan menghadirkan peluang bagi pertumbuhan perdagangan, tetapi juga akan memperkuat investasi jangka panjang dari perusahaan-perusahaan Amerika di Indonesia.

Presiden juga menyampaikan optimisme bahwa langkah ini akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan perdagangan di kawasan Asia Pasifik, sekaligus memperluas jaringan investasi dalam berbagai sektor strategis.

Dorong Kemitraan dengan Danantara untuk Proyek Hilirisasi

Selain langkah formal dalam perjanjian dagang, Prabowo mengajak para pengusaha AS untuk menjalin kemitraan strategis jangka panjang dengan Indonesia, terutama melalui sovereign wealth fund Danantara, yang diberi tugas untuk melaksanakan berbagai proyek hilirisasi.

Prabowo menyebut bahwa Danantara akan berperan sebagai mesin utama dalam transformasi ekonomi nasional melalui pengembangan industri hilir. Ia menekankan bahwa lembaga ini kini tengah meluncurkan 18 proyek hilirisasi baru yang bertujuan memperkuat nilai tambah produk Indonesia sebelum diekspor atau diolah lebih lanjut di dalam negeri.

Ajakan ini bertujuan untuk menarik minat lebih banyak perusahaan dan investor Amerika bergabung dalam proyek-proyek tersebut, sehingga Indonesia tidak hanya dipandang sebagai pasar, tetapi juga menjadi basis produksi dan pengembangan industri bernilai tambah.

Prabowo menegaskan pihaknya mencari mitra yang serius dan berkomitmen dalam kemitraan berjangka panjang demi pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan.

Menonjolkan Keunggulan Fundamental Ekonomi

Dalam paparan yang disampaikan di hadapan para investor, Prabowo juga menekankan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang relatif kuat dan stabil. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi nasional konsisten berada di atas 5 persen, inflasi terkendali, dan disiplin fiskal tetap terjaga.

Prabowo menilai bahwa kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik bagi investor global, dengan potensi pasar yang besar dan prospek pertumbuhan yang positif. Ia mencontohkan realisasi Foreign Direct Investment (FDI) pada tahun lalu yang mencapai USD 53 miliar sebagai bukti kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

Meskipun demikian, Presiden mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, seperti korupsi, penyelundupan, serta aktivitas ekonomi ilegal. Ia menegaskan pemerintah akan menghadapi berbagai masalah ini secara langsung untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan kompetitif.

Peluang Baru bagi Investor AS

Dalam pertemuan dengan komunitas bisnis AS, Prabowo turut menyerukan agar para pengusaha AS melihat Indonesia sebagai destinasi investasi yang tidak hanya menawarkan pasar konsumen yang besar, tetapi juga peluang untuk berpartisipasi dalam pembangunan industri strategis, termasuk hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan sektor-sektor baru.

Hal ini sejalan dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan AS dalam sesi roundtable Business Summit, dengan nilai mencapai miliaran dolar, yang mencakup berbagai sektor seperti energi, agribisnis, tekstil, dan teknologi.

Upaya ini dipandang sebagai bagian dari diplomasi ekonomi yang lebih luas, di mana pemerintah Indonesia berupaya memperluas kerja sama strategis dengan mitra global, khususnya AS, untuk mendukung percepatan industrialisasi serta penciptaan lapangan kerja.

Langkah Strategis Negeri dan Mitra Global

Ajakan yang disampaikan Presiden Prabowo kepada investor AS mencerminkan strategi Indonesia dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral sekaligus menarik investasi yang lebih besar untuk proyek-proyek industri dalam negeri. Melalui keterlibatan Danantara dalam proyek hilirisasi dan penegasan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, pemerintah berharap dapat menarik minat mitra strategis dan mempercepat agenda pembangunan nasional.

Upaya ini menunjukkan Indonesia aktif dalam diplomasi ekonomi global, menjajaki peluang kerja sama luas dan membuka peluang investasi yang saling menguntungkan di masa depan.

Terkini