Garuda Indonesia Siapkan 18 Pesawat Demi Konektivitas Mudik Lebaran 2026

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:21:36 WIB
Garuda Indonesia Siapkan 18 Pesawat Demi Konektivitas Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran 2026/1447 H, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali meningkatkan kesiapan armadanya dengan melakukan reaktivasi 18 pesawat. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan kelancaran layanan transportasi udara selama puncak perjalanan mudik dan balik Lebaran.

Melalui PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), reaktivasi dilakukan untuk maskapai Garuda Indonesia dan Citilink. Garuda Indonesia mendapat perhatian pada tiga pesawat Airbus A330, sedangkan Citilink mendapatkan reaktivasi pada 15 pesawat Airbus A320. 

Proyek ini menandai upaya serius kedua maskapai dalam mempersiapkan armada yang aman, nyaman, dan siap mengangkut penumpang selama periode puncak.

Persiapan ini tidak hanya menambah jumlah pesawat yang siap beroperasi, tetapi juga memastikan setiap unit memenuhi standar keselamatan dan kualitas layanan. Maskapai nasional menekankan pentingnya kesiapan armada untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sehingga pengalaman bepergian tetap optimal.

Proses Reaktivasi Pesawat dan Pekerjaan Teknis

Pada proyek Garuda Indonesia, GMF berhasil menyelesaikan pekerjaan reaktivasi airframe tiga pesawat A330 dengan registrasi PK – GHE, PK – GHF, dan PK – GHI. Proses ini mencakup dua engine performance restoration, delapan High Pressure Turbine (HPT) blade replacement, serta empat landing gear overhaul. Semua pekerjaan dilakukan sesuai prosedur teknis dan standar keamanan penerbangan internasional.

Sementara itu, untuk proyek reaktivasi Citilink, GMF menyelesaikan 15 pesawat Airbus A320. Pekerjaan teknis meliputi satu engine overhaul, satu engine repair, enam auxiliary power unit (APU) overhaul, dan satu landing gear overhaul. Semua pesawat menjalani C05 + 6 Year + 12 Year Inspection dengan capaian 100 persen sesuai Turn Around Time (TAT) yang disepakati.

Pekerjaan reaktivasi juga mencakup cat khusus pada dua pesawat dengan registrasi PK – GLL dan PK – GLY. Khusus Citilink, livery terbaru berkolaborasi dengan Aqua bertajuk Semangat Gerak! untuk menyambut Lebaran 2026. Hal ini menambah identitas visual maskapai dan memberikan daya tarik bagi penumpang, sekaligus memperkuat branding perusahaan.

Kesiapan Armada untuk Penerbangan Domestik dan Internasional

Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Darsito Hendroseputro, menyampaikan bahwa seluruh pesawat siap melayani penerbangan domestik maupun internasional. Dengan total 41 pesawat yang saat ini beroperasi, termasuk pesawat dengan livery khusus, Citilink menargetkan kesiapan optimal armada saat peak season Ramadan dan Lebaran.

Kesiapan armada ini tidak hanya meningkatkan kapasitas angkut penumpang, tetapi juga memperkuat layanan maskapai nasional. Lonjakan volume perjalanan mudik yang signifikan setiap tahun menjadi alasan utama penguatan armada. GMF memastikan seluruh pesawat yang direaktivasi memenuhi standar airworthiness, sehingga keamanan dan keselamatan penerbangan tetap terjamin.

Keberadaan armada yang siap juga memungkinkan maskapai mengatur jadwal penerbangan dengan lebih efisien, meminimalkan keterlambatan, dan memastikan pengalaman penumpang tetap nyaman. Maskapai nasional berfokus pada layanan terbaik demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara.

Proyek Reaktivasi Lanjutan untuk Tahun 2026

Tahun 2026, GMF melanjutkan proyek reaktivasi Garuda Indonesia Group. Untuk Garuda Indonesia, lima pesawat Airbus A330 dijadwalkan menjalani reaktivasi, dengan 10 pekerjaan engine maintenance, dua APU overhaul, dan satu landing gear overhaul. Kegiatan ini dilakukan secara terstruktur dan sesuai jadwal untuk menjaga kesiapan operasional maskapai.

Sementara itu, proyek reaktivasi Citilink dilakukan pada 20 pesawat, terdiri dari enam ATR72-600 dan 14 Airbus A320. Pekerjaan tambahan mencakup 12 engine overhaul dan enam APU overhaul. GMF menekankan pentingnya evaluasi pelaksanaan proyek reaktivasi 2025 sebagai dasar peningkatan TAT, penguatan manajemen risiko, dan pengendalian Cost of Poor Quality (COPQ).

Inisiatif continuous improvement yang diterapkan GMF memastikan setiap pekerjaan reaktivasi berjalan efisien, meminimalkan potensi kesalahan, dan memperpanjang usia layanan pesawat. Strategi ini menjadi fondasi penguatan kualitas layanan dan kesiapan operasional maskapai nasional.

Kapabilitas GMF dan Dampak terhadap Konektivitas Nasional

Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menegaskan bahwa keberhasilan reaktivasi 2025–2026 menjadi bukti kapabilitas dan ketangguhan GMF dalam mendukung kesiapan operasional maskapai nasional. Proses reaktivasi dilakukan untuk memastikan seluruh pesawat memenuhi standar keselamatan dan kualitas layanan terbaik bagi penumpang.

GMF menekankan pentingnya kesiapan armada untuk memperkuat konektivitas domestik maupun internasional. Dengan armada yang siap beroperasi, Garuda Indonesia Group mampu mengelola lonjakan penumpang selama Lebaran, menjaga efisiensi operasional, dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.

Keberhasilan proyek ini juga berdampak pada reputasi maskapai dan industri penerbangan nasional secara keseluruhan. Dengan armada yang handal, Garuda Indonesia dan Citilink dapat memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat, mendukung pertumbuhan pariwisata, dan memperkuat mobilitas ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

GMF memastikan bahwa seluruh pesawat yang direaktivasi memenuhi standar airworthiness yang ketat, sehingga setiap penerbangan memberikan jaminan keselamatan penuh. Kesiapan armada ini menjadi fondasi bagi layanan transportasi udara yang handal dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap maskapai nasional.

Terkini