Lamborghini Batal Produksi Mobil Listrik Lanzador karena Pelanggan Lebih Pilih PHEV

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:47:58 WIB
Lamborghini Batal Produksi Mobil Listrik Lanzador karena Pelanggan Lebih Pilih PHEV

JAKARTA - Lamborghini menyatakan keputusan mengejutkan dengan menghentikan proyek electric vehicle (EV) pertamanya yang diberi nama Lanzador sebelum mobil tersebut sempat diproduksi.

Langkah ini diambil setelah analisis pasar menunjukkan bahwa hampir tidak ada konsumen yang tertarik membeli mobil listrik murni dari merek supercar asal Italia itu, sehingga perusahaan kini memfokuskan diri pada pengembangan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang dinilai lebih sesuai dengan preferensi pelanggannya.

Mengapa Lamborghini Menghentikan Program EV

Pimpinan Lamborghini, Stephan Winkelmann, mengatakan bahwa pelanggan setia merek supercar tersebut saat ini “nyaris tidak menunjukkan minat sama sekali” terhadap mobil listrik penuh.

Temuan ini berdasarkan masukan dari pelanggan, dealer, eksekutif internal, dan data pasar global yang menunjukkan curve of acceptance untuk EV di kalangan pembeli supercar sangat datar. ?Hasil ini membuat perusahaan menilai melanjutkan proyek EV bisa menjadi investasi yang expensive hobby atau hobi mahal dengan sedikit prospek penjualan.

Menurut Winkelmann, pengalaman emosional saat mengendarai Lamborghini—termasuk suara khas mesin dan respons mekanis—adalah hal yang sangat dihargai pelanggan dan belum bisa sepenuhnya digantikan oleh mobil listrik. Tak hanya itu, suara mesin bermesin pembakaran internal dianggap bagian integral dari identitas brand, yang saat ini belum bisa disamai oleh teknologi EV yang “sunyi”.

Sejarah dan Perubahan Rencana Lanzador

Konsep Lamborghini Lanzador pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2023 sebagai gambaran awal masa depan EV dari pabrikan tersebut. Lancarannya direncanakan awalnya pada 2028, kemudian mundur ke 2029, sebelum akhirnya proyek versi listriknya dibatalkan pada 2025 dan diumumkan publik pada Februari 2026.

Lanzador dirancang sebagai mobil dua pintu coupe dengan jarak sumbu roda yang tinggi dan dua motor listrik, menargetkan performa tinggi yang menjadi ciri khas Lamborghini. Namun respons pasar premium yang tidak memenuhi ekspektasi awal membuat perusahaan berbalik arah.

Strategi Elektrifikasi Baru Lamborghini

Sebagai pengganti EV murni, Lamborghini berencana menghadirkan Lanzador dalam bentuk PHEV. Rencana ini sejalan dengan strategi elektrifikasi global perusahaan yang ingin tetap relevan dengan peraturan emisi sambil mempertahankan karakter khas kendaraan performa tinggi.

Selain itu, Lamborghini tetap akan mempertahankan produksi mesin pembakaran internal "selama mungkin," sementara line-up kendaraan plug-in hybrid diproyeksikan menjadi dominan di pasar mereka hingga 2030. Pendekatan ini dianggap mampu menggabungkan efisiensi teknologi elektrik dan daya serta karakteristik dinamis mesin konvensional yang dicintai oleh pelanggan.

Tanggapan Industri dan Dampak Bagi Strategi EV

Keputusan Lamborghini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh sejumlah produsen otomotif mewah dalam strategi EV mereka. Beberapa merek besar lain juga sempat mengkaji ulang roadmap EV karena permintaan konsumen yang tidak memadai atau biaya produksi tinggi tanpa jaminan permintaan.

Contohnya, beberapa produsen mobil sport dan mewah saat ini juga sedang memikirkan ulang ambisi EV mereka untuk menghindari risiko finansial, sementara memperluas tawaran hybrid sebagai alternatif realistis di era transisi teknologi.

Masa Depan Lamborghini dan Pasar Supercar

Dengan membatalkan mobil listrik penuh pertama mereka, Lamborghini menegaskan bahwa mereka tidak akan meninggalkan elektrifikasi secara total, namun menyesuaikannya dengan ekspektasi pasar dan permintaan pelanggan. Keputusan ini menandakan bahwa era mobil listrik penuh di segmen supercar mungkin masih menghadapi hambatan signifikan sebelum bisa diterima sepenuhnya oleh pasar elite.

Namun, Lamborghini juga tidak menutup kemungkinan akan kembali mengembangkan EV di masa depan, "hanya ketika waktu yang tepat tiba", sambil terus memantau perkembangan teknologi dan kesiapan pasar sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Terkini