Lonjakan Investasi IMIP Capai Hampir Rp 700 Triliun dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:56:20 WIB
Lonjakan Investasi IMIP Capai Hampir Rp 700 Triliun dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

JAKARTA - Investasi di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menunjukkan tren positif dengan nilai total yang meroket hingga mencapai sekitar Rp 696 triliun hingga akhir tahun 2025. Lonjakan ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor global terhadap model industri terpadu yang dibangun di Morowali, Sulawesi Tengah, tetapi juga membawa dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Kenaikan Investasi Signifikan di Tengah Kepercayaan Global

Hingga berakhirnya 2025, total investasi yang ditanam di kawasan industri IMIP tercatat mencapai USD 41,483 miliar, atau sekitar Rp 696,91 triliun berdasarkan asumsi kurs terbaru. Angka ini mengalami peningkatan tajam dibandingkan realisasi pada tahun 2022 yang masih berada di angka USD 29,6 miliar.

Deputi Direktur Operasional IMIP, Yulius Susanto, mengatakan bahwa pertumbuhan investasi yang konsisten ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap ekosistem industri yang telah dibangun di kawasan tersebut. “Investasi di kawasan IMIP terus meningkat secara konsisten. Pertumbuhan ini juga berdampak langsung pada peningkatan serapan tenaga kerja,” ujarnya.

Investasi yang masuk tidak hanya fokus pada pengembangan hilirisasi nikel, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur kawasan serta perluasan fasilitas manufaktur yang ada. Saat ini, sebanyak 52 perusahaan telah beroperasi di dalam kawasan IMIP, menciptakan rantai industri terpadu dari hulu hingga hilir.

IMIP sebagai Magnet Industri Hilirisasi

Kawasan industri IMIP memainkan peran strategis dalam pengembangan hilirisasi nikel di Indonesia. Ekosistem yang dibangun meliputi pengolahan nikel mentah, produksi stainless steel dan carbon steel, hingga bahan baku baterai untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Hal ini membuatnya menjadi salah satu pusat industri strategis yang penting tidak hanya untuk kebutuhan domestik tetapi juga pasar global.

Menurut Yulius Susanto, dengan meningkatnya komitmen dunia terhadap dekarbonisasi dan energi terbarukan, permintaan mineral nikel diproyeksikan terus tumbuh dalam jangka panjang. Keberadaan IMIP menjadi bagian dari solusi dalam memenuhi kebutuhan tersebut, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Selain itu, pengembangan kawasan ini tidak hanya berorientasi pada output ekonomi semata tetapi juga pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Penerapan prinsip ESG menjadi salah satu komitmen IMIP dalam menjaga keberlanjutan operasional sekaligus meningkatkan efisiensi dan daya saing industri di tengah persaingan global.

Dampak Bagi Penyerapan Tenaga Kerja Nasional

Pertumbuhan investasi belakangan juga berdampak signifikan terhadap serapan tenaga kerja di kawasan IMIP. Hingga akhir Januari 2026, jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di kawasan ini telah mencapai 89.849 orang.

Mayoritas tenaga kerja yang terserap berasal dari Sulawesi, dengan sekitar 82.637 karyawan atau sekitar 92 persen berasal dari pulau tersebut. Sisanya, sekitar 7.212 tenaga kerja (8 persen), berasal dari luar Sulawesi termasuk Pulau Jawa dan daerah lainnya.

Lebih rinci lagi, dari tenaga kerja asal Sulawesi Tengah, sebanyak 26.935 orang bekerja di kawasan IMIP dan sekitar 14.613 di antaranya merupakan warga asli Morowali. Data ini menunjukkan betapa signifikan kontribusi IMIP terhadap kesempatan kerja lokal dan nasional.

Program Pengembangan SDM dan Tantangan Ke Depan

Melihat kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat, IMIP menargetkan penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui peningkatan pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta kemitraan dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan tenaga kerja, tetapi juga memastikan keberlanjutan pertumbuhan industri di kawasan.

Menurut Yulius, pengembangan SDM lokal ini menjadi salah satu strategi penting dalam memastikan bahwa pertumbuhan investasi juga membawa nilai tambah sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan industri. Ini selaras dengan komitmen industri untuk mendorong inklusi sosial melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Ke depan, IMIP optimistis dapat terus menarik investor global dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global, terutama di sektor hilirisasi mineral yang tengah menjadi fokus utama bagi pengembangan industri nasional. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan industri berbasis sumber daya lokal dapat menjadi motor penggerak perekonomian nasional dan penyedia lapangan kerja yang luas.

Peran IMIP dalam Mengakselerasi Ekonomi Regional

Selain berdampak pada penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan investasi di IMIP turut memberikan efek domino bagi perkembangan ekonomi regional. Peningkatan aktivitas industri berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur lokal dan membuka peluang usaha bagi sektor penunjang, seperti logistik, jasa, serta industri pendukung lainnya.

Keberhasilan kawasan ini juga menjadi bukti nyata bahwa strategi hilirisasi industri dapat menarik minat investor dengan model yang terintegrasi dan berkelanjutan. Hal ini menguatkan posisi Indonesia dalam peta industri global, terutama di tengah tren permintaan yang meningkat terhadap mineral strategis seperti nikel yang menjadi bahan utama dalam teknologi energi bersih dan kendaraan listrik.

Dengan fondasi investasi yang kuat dan sumber daya manusia yang terus dikembangkan, IMIP diharapkan dapat terus menjadi lokomotif pertumbuhan industri nasional serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di Morowali dan Indonesia secara keseluruhan.

Terkini