JAKARTA - PT Pertamina (Persero) kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia per 24 Februari 2026.
Penurunan terutama terjadi pada jenis BBM non-subsidi, termasuk Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex. Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari upaya Pertamina menjaga daya beli masyarakat serta menyesuaikan harga dengan fluktuasi pasar global dan biaya distribusi.
Untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, seperti DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax kini Rp11.800 per liter, turun dari Rp12.350 per liter. Pertamax Turbo menjadi Rp12.700 per liter dari Rp13.400 per liter sebelumnya.
Sementara Pertamax Green 95 dijual Rp12.450 per liter dari Rp13.150 per liter. Dexlite turun menjadi Rp13.250 per liter dari Rp13.500 per liter, dan Pertamina Dex kini Rp13.500 per liter, sebelumnya Rp13.600 per liter.
Penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi konsumen, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan angkutan komersial yang membutuhkan BBM berkualitas tinggi.
Daftar Harga BBM Pertamina per Wilayah
Harga BBM Pertamina bervariasi berdasarkan wilayah karena faktor distribusi dan pajak daerah. Berikut rincian harga per wilayah:
Aceh dan Sumatera Utara
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp12.100/liter
Pertamax Turbo: Rp13.000/liter
Dexlite: Rp13.550/liter
Pertamina Dex: Rp13.800/liter
Solar: Rp6.800/liter
Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp12.400/liter
Pertamax Turbo: Rp13.250/liter
Dexlite: Rp13.850/liter
Pertamina Dex: Rp14.100/liter
Solar: Rp6.800/liter
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp11.800/liter
Pertamax Turbo: Rp12.700/liter
Pertamax Green 95: Rp12.450/liter
Dexlite: Rp13.250/liter
Pertamina Dex: Rp13.500/liter
Solar: Rp6.800/liter
Bali, Nusa Tenggara Barat
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp11.800/liter
Pertamax Turbo: Rp12.700/liter
Dexlite: Rp13.250/liter
Pertamina Dex: Rp13.500/liter
Solar: Rp6.800/liter
Kalimantan dan Sulawesi
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp12.100–12.400/liter
Pertamax Turbo: Rp13.000–13.250/liter
Dexlite: Rp13.550–13.850/liter
Pertamina Dex: Rp13.800–14.100/liter
Solar: Rp6.800/liter
Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp12.100/liter
Pertamax Turbo: Rp13.000/liter
Dexlite: Rp13.550/liter
Pertamina Dex: Rp13.800/liter
Solar: Rp6.800/liter
Dengan rincian harga ini, konsumen dapat merencanakan pengisian BBM sesuai kebutuhan dan lokasi, serta mengantisipasi perbedaan harga antarwilayah.
Penyesuaian Harga Sesuai Jenis BBM
Penurunan harga yang dilakukan Pertamina terutama pada BBM nonsubsidi. Pertalite dan Solar, sebagai bahan bakar subsidi, tetap stabil di kisaran Rp10.000–6.800 per liter. Sementara, jenis premium non-subsidi mengalami penyesuaian yang cukup signifikan.
Hal ini disebabkan oleh faktor biaya produksi, fluktuasi harga minyak global, dan kebijakan pemerintah terkait Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
Penyesuaian ini bertujuan menjaga keseimbangan antara ketersediaan BBM dan kemampuan konsumen membeli BBM berkualitas tinggi, terutama untuk kendaraan pribadi dan transportasi komersial.
Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95 menjadi fokus utama karena jenis ini banyak digunakan kendaraan bermesin modern. Penurunan harga diharapkan mempermudah pemilik kendaraan menekan biaya operasional.
Dampak Bagi Masyarakat dan Transportasi
Dengan harga terbaru ini, masyarakat mendapatkan keuntungan ganda. Selain harga lebih rendah, kualitas BBM nonsubsidi tetap terjaga sesuai standar Pertamina.
Penyesuaian harga ini juga memberikan dampak positif bagi sektor transportasi, logistik, dan usaha angkutan barang yang mengandalkan BBM jenis Dexlite dan Pertamina Dex.
Pengusaha transportasi dan pemilik kendaraan komersial diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk efisiensi biaya operasional.
Bagi pengguna kendaraan pribadi, penurunan harga akan mengurangi beban pengeluaran bulanan untuk BBM, terutama menjelang musim mudik Lebaran yang diperkirakan terjadi peningkatan kebutuhan BBM.
Saran untuk Konsumen dan Informasi Resmi
Pertamina mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan harga BBM sesuai dengan ketentuan resmi agar terhindar dari praktik penjualan tidak resmi atau overprice. Informasi harga resmi dapat diakses melalui website Pertamina dan aplikasi resmi MyPertamina.
Selain itu, masyarakat juga disarankan memperhatikan perbedaan harga antarwilayah, terutama bagi yang sering melakukan perjalanan lintas provinsi.
Penyesuaian harga antarwilayah terkait biaya distribusi dan pajak daerah, sehingga harga BBM di kota-kota terpencil bisa sedikit berbeda dari harga di DKI Jakarta atau kota besar lainnya.
Dengan memahami daftar harga terbaru, konsumen dapat mengatur anggaran bahan bakar dengan lebih baik dan memilih jenis BBM sesuai kebutuhan kendaraannya.