JAKARTA - Mengajarkan doa dan niat puasa kepada anak sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter religius dan spiritual sang buah hati. Pendidikan ibadah sejak kecil tidak hanya membantu anak memahami tata cara puasa, tetapi juga mengajarkan nilai kesabaran, kedisiplinan, dan rasa syukur yang merupakan fondasi pembentukan moral dan kepribadian anak di masa depan.
Bacaan niat puasa menjadi langkah awal yang penting
Salah satu aspek terpenting dalam mendidik anak berpuasa adalah membiasakan mereka melafalkan bacaan niat puasa Ramadhan yang benar. Niat puasa Ramadhan wajib diucapkan sebelum waktu imsak atau saat malam hari sebelum berpuasa. Niat tersebut merupakan syarat sah ibadah puasa dan pengenalan awal bagi anak akan tujuan dari amalan yang dilakukannya.
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan yang diajarkan kepada anak, seperti dikutip dari Fiqih Puasa (Tuntunan Praktis Ibadah Puasa Serta Problematika Sekitar Puasa) karya Iswandi El Nisamy (2021), berbunyi:
Arab: ???????? ?????? ???? ???? ??????? ?????? ?????? ????????? ????? ????????? ????? ????????
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'ala.
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Dengan memahami makna di balik niat puasa ini, anak bukan hanya sekadar membaca, tetapi juga menyadari bahwa puasa memiliki tujuan lebih dalam selain menahan lapar dan dahaga.
Doa berbuka puasa sebagai cara mengajarkan rasa syukur
Momen berbuka puasa menjadi saat yang sangat dinanti oleh anak setelah seharian menahan lapar dan haus. Hal ini menjadi kesempatan ideal untuk mengenalkan doa berbuka yang mengandung unsur syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan.
Doa berbuka puasa yang umum diajarkan kepada anak adalah:
Arab: ??????????? ???? ?????? ??????? ???????? ??????????
Latin: Allaahumma lakasumtu wa’alaa rizqika afthortu.
Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa).”
Selain itu, ada juga doa berbuka yang khusus dibaca saat berbuka dengan air, yakni:
Arab: ?????? ????????? ???????????? ?????????? ???????? ???????? ???? ????? ???????
Latin: Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.
Artinya: “Dahaga telah lenyap, urat-urat telah segar, dan mudah-mudahan pahalanya ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
Doa ini membantu anak memahami bahwa puasa bukan sekadar ritual fisik, tetapi juga pengalaman spiritual yang layak disyukuri.
Doa setelah berbuka: melengkapi rangkaian ibadah puasa
Selain doa berbuka, anak juga dapat diajarkan untuk membaca doa sesudah berbuka puasa. Doa ini merupakan bentuk permohonan rahmat dan keberkahan setelah menyelesaikan ibadah puasa sejak imsak hingga magrib.
Doa sesudah berbuka yang diajarkan adalah:
Arab: ????? ??? ????? ???? ?? ????? ????? ?? ?????? ????
Latin: Allahumma inni as’aluka rahmatan min ’indika, fainnaha laa yamlikuha ghairuka.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon rahmat dari-Mu, karena tidak ada yang memiliki rahmat selain dari-Mu.”
Dengan demikian, anak tidak hanya memahami proses puasa, tetapi juga sikap batin yang sepatutnya dimiliki setelah menjalankan ibadah tersebut.
Manfaat mengajarkan doa dan puasa sejak dini
Mengajarkan doa puasa kepada anak sejak usia dini memiliki banyak manfaat baik secara spiritual maupun karakter. Pertama, hal ini melatih anak untuk disiplin dalam menjalankan suatu kegiatan yang memiliki aturan waktu dan niat tertentu, yang kemudian memberi dampak positif pada aspek disiplin umum dalam kehidupannya.
Puasa juga membawa pelajaran empati bagi anak. Dengan merasakan lapar dan haus, anak mulai memahami bagaimana kondisi orang lain yang kurang beruntung. Ini bisa menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan keinginan untuk berbagi dengan sesama.
Selain itu, rutinitas doa dalam puasa membantu anak mengembangkan kesadaran spiritual dan rasa ketergantungan kepada Allah SWT. Proses ini juga mendorong anak memiliki kontrol diri yang lebih baik, kepercayaan diri yang meningkat, serta kemampuan untuk menghadapi tantangan.
Melalui pembiasaan doa puasa, anak tidak hanya diajak melakukan ibadah secara fisik, tetapi juga memahami nilai dan makna ibadah itu sendiri. Pendidikan agama semacam ini menanamkan fondasi keimanan dan karakter yang kuat untuk masa depan mereka.